PENGUATAN GASTRONOMI BUDAYA PECEL PINCUK GARAHAN SEBAGAI IDENTITAS LOKAL
DOI:
https://doi.org/10.58740/m-jp.v3i2.814Keywords:
Gastronomi Budaya, Pecel Pincuk Garahan, Identitas Lokal, Pengabdian MasyarakatAbstract
Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menganalisis gastronomi budaya pecel pincuk Garahan sebagai praktik ekonomi berbasis budaya, mengkaji jaringan sosial-ekonomi yang menopang keberlanjutan usaha, serta mengidentifikasi nilai-nilai budaya yang membentuk identitas lokal masyarakat sasaran. Kegiatan PkM dilaksanakan di Desa Garahan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dengan melibatkan pelaku usaha pecel pincuk, konsumen, dan tokoh masyarakat setempat sebagai mitra kegiatan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berbasis perspektif sosiologi ekonomi, dilaksanakan melalui tiga teknik pengumpulan data, yaitu observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil utama kegiatan menunjukkan bahwa pecel pincuk Garahan merupakan entitas gastronomi yang sarat makna budaya, berfungsi sekaligus sebagai strategi ekonomi komunitas dan simbol identitas lokal yang kokoh. Dalam kerangka konsep keterlekatan (embeddedness), praktik jual-beli pecel pincuk tidak semata berorientasi pada keuntungan ekonomi, melainkan juga ditopang oleh relasi kepercayaan, resiprositas, dan solidaritas sosial antarwarga. Masyarakat Garahan terbukti mampu mempertahankan teknik memasak tradisional, penggunaan bahan lokal, dan penyajian khas berbungkus pincuk daun pisang sebagai bentuk resistensi terhadap homogenisasi kuliner modern. Implikasi kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat sasaran terhadap pentingnya pelestarian gastronomi lokal sebagai aset budaya sekaligus sumber penghidupan ekonomi berkelanjutan, serta terbukanya peluang pengembangan wisata kuliner berbasis kearifan lokal di Desa Garahan.
References
Nugraha, P. A., Triastuti, U. Y., Anas, M., Wulandari, P. P., Dahlan, N., & Irawan, J. A. (2025). Wisata Kuliner: Tantangan dan Peluang Gastronomi Indonesia. Star Digital Publishing.
M. Granovetter, “Economic action and social structure,” Am. J. Sociol., vol. 91, no. 3, 1985. https://www.jstor.org/stable/2780199
P. Bourdieu, The Forms of Capital. New York: Greenwood, 1986.
M. Truninger, “Local Food and Social Embeddedness,” Food, Cult. Soc., vol. 14, no. 2, 2011. https://doi.org/10.2752/175174411x12810842291210
B. Pranowo, “Kuliner Tradisional dan Identitas Budaya Lokal,” J. Masy. dan Budaya, no. 21, hal. 2, 2019. https://jmb.lipi.go.id
N. Suryani, “Ekonomi Budaya dan Kuliner Lokal,” J. Antropol. Indones., vol. 42, no. 1, 2021. https://journal.ui.ac.id/index.php/jai
G. Richards, “Food Experience as Cultural Capital,” J. Rural Stud., vol. 37, no. 1, 2015. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2014.10.004
L. M. Long, “Culinary tourism: A folkloristic perspective on eating and otherness,” South. Folk., vol. 61, no. 3, hal. 181–204, 2004. https://scholarworks.iu.edu/journals/index.php/jfrr/article/view/20867
M. Ilbery, B., & Kneafsey, Rural Cultural Economy. London: Routledge, 2000.
D. Rahmawati, “Pangan Lokal dan Keberlanjutan Sosial,” J. Sosiol. Reflektif, vol. 14, no. 2, 2000. https://ejournal.uin-suka.ac.id/isoshum/sosiologireflektif
G. Richards, “An overview of food and tourism trends and policies,” OECD Stud. Tour., 2012. https://www.oecd.org/cfe/tourism/food-tourism.htm
L. M. Long, “Culinary tourism: A folkloristic perspective on eating and otherness,” South. Folk., vol. 61, no. 3, hal. 181–204, 2004. https://scholarworks.iu.edu/journals/index.php/jfrr/article/view/20867
A. Hidayah, N., & Wibowo, “Kuliner tradisional sebagai identitas budaya dan penggerak ekonomi lokal,” J. Antropol. Indones., vol. 41, no. 2, hal. 123–135, 2020. https://jurnalantropologi.ui.ac.id/index.php/jai
M. H. D. & dkk Wijaya, Sosiologi Ekonomi (Teori, Dinamika, dan Transformasi), vol. 2. Yogyakarta: PT Star Digital Publishing, 2024.
M. H. D. & dkk Wijaya, Gerakan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, vol. 2. Yogyakarta: PT Star Digital Publishing, 2024.
A. F. Rohman, S. Sulismadi, L. D. Kumalasari, dan M. H. D. Wijaya, “Contribution to the management results of Jodipan Colorful Tourism Village, Malang City,” Publisia J. Ilmu Adm. Publik, vol. 9, no. 1, hal. 1–8, 2024. https://doi.org/10.26905/pjiap.v9i1.10560
Gambiran, J. P. K. J., & Umbulharjo, K. Y. Budaya dan Heritage Kota Cirebon: Identitas, Komersialisasi dan Pariwisata.
Marini, S., Karnita, I., & Superwiratni, S. "Peranan Promosi Dalam Melestarikan Gastronomi Sunda Berbasis Pangan Lokal". Journal FAME: Journal Food and Beverage, Product and Services, Accomodation Industry, Entertainment Services, vol. 8, no. 1,pp. 28. 2015. http://dx.doi.org/10.30813/fame.v8i1.8306
Riswari, A. A., Pamuji, Y. I., Apriliyanto, G., Putra, F., & Wiwana, I. P. A. P. (2025). Makanan, Ingatan, dan Identitas: Kajian Kuliner Pecel dalam Novel Rahasia Salinem. Prosodi, vol. 19, no. 2, pp. 213-220. 2025. https://doi.org/10.21107/prosodi.v19i2.29949
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mukhammad Handy Dwi Wijaya, Istiyana Afifah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









